Rahasia Magnet Rezeki oleh Ustad Nasrullah

     Pak Nasrullah seorang ustad, berbisnis properti dan penulis buku rahasia magnet rezeki sempat membahas tentang bukunya pada kami. Kata beliau, harusnya rezeki yang mencari kita bukan kita yang mencari rezeki. Hah, bagaimana caranya?
     Banyak orang-orang itu mindset nya UMR (Upah minimul regional). Merasa rezeki sudah di takar padahal taaran nya itu sudah dijelaskan di surat An-Nur ayat 55. Allah akan menjanjikan bagi orang yang beriman dan megerjakan kebaikan berkuasa di bumi, akan mengubah keadaan mereka menjadi aman sentosa. Tetapi kalau ada yang kafir setelah ada janji tersebut maka dia orang yang fasik. Jadi ya kalau belum dapat berarti kurang iman, kurang amal sholeh.
  
     Kekayaan terbagi jadi dua jenis:
1. Kekayaan terbatas : Contohnya gaji 50 juta perbulan, tapi untuk cuci darah 49 juta. Kan sama aja terbatas namanya. Kemudian anak kena narkoba, istri tidak patuh, punya mobil alphard tapi hati tidak tenang.
2. Kekayaan Tanpa batas : Contoh penghasilan 50 juta perbulan, anak soleh, istri/suami setia, sahabat dimana-mana. hati tenang.
Nah, kita itu seharusnya meraih kekayaan tanpa batas.

Ada yang namanya Perisai Rezeki, yaitu penghalang rezeki kita.
 1. Jangan buat dosa
     Kita ibaratkan air adalah rahmat Allah, dosa adalah perisai. Semisal ada air bah yang tumpah kepada seseorang, tapi dia selalu membawa perisai. Air yang jatuh dia tahan. sehingga dia hanya terciprat sedikit air atau bahkan tidak sama sekali. Jadi, rezeki Allah akan tetap datang seperti air bah namun dosalah yang menahan rezeki.
     Indonesia itu subur, kaya tapi banyak yang belum dapat rezeki. Karena banyak yang cinta dosa daripada rezeki. contoh kecil kenapa ada orangtua rezekinya susah? bisa jadi punya masalah dengan anak, sering berselisih, adik-kakak ribut. Allah memberi rezeki itu automatically, kalau mau dapat rezeki hilangkan dulu dosa karena dosa dan rezeki seperti air dan minyak. Tidak akan pernah bercampur.

2. Hukum Proyektor
     Contohnya begini, Laptop itu pikiran kita, nasib itu layar proyektor. Kita akan percaya bahwa apa yang tertulis atau tergambar di layar proyektor sama seperti  di laptop. Tidak perlu mengecek. Itu artinya kita sudah beriman sama proyektor.
     Otak kita ibarat proyektor, otak memancarkan 60.000 energi berarti 60.000 pikiran. Kemudian dosa ibarat pikiran. Orang yang merasa punya hutang itu dipikirannya hanya hutang. sehingga di layar pun hutang terus.
Orang berpikir peminta-minta dijalanan itu adalah orang miskin. Seharusnya kita atur ulang pikiran di otak kita bahwa mereka adalah orang kaya yang tidak sadar akan kekayaannya.
Ketika pikiran di otak/ proyektor sudah benar, munculah yang namanya magnet rezeki. Selalu merasa cukup, akhirnya Allah beri rezeki yang terus berlimpah.
     





Komentar