Senin sampai Rabu, 23-25 September 2017 Kampus Bisnis Umar Usman mengadakan kemping di Villa Permata, Cipanas, Bogor. Disana kami mendapat banyak ilmu dan makna dari setiap apa yang ditugaskan pada kami. Berikut beberapa kegiatan yang kami lakukan selama UU Camp:
1. Business challenge
Kegiatan dimana kami di antar ke sebuah tempat dengan menaiki angkot, dan disana kita diturunkan tanpa diperbolehkan membawa handphone, uang atau atm. Kami ditantang bagaimana caranya bisa menghasilkan uang tanpa dibekali apapun. Akhirnya cara yang kami lakukan adalah berjualan secara offline. Kami mengaplikasikan materi selama matrikulasi. Akhirnya kami bernegosiasi dengan para penjual untuk membantu jualan dan kami mengambil untung dari sana. Berjualan memang tidak gampang, namun tidak terlalu sulit juga, begitu kata pak Arif Abdullah. Kami harus belajar menerima penolakan berkali-kali.
Kami bisa mengambil untung dengan tekad, dan semangat. Adanya business challenge tersebut mebuat kami tahu bahwa sesama tim harus saling kerjasama, antar penjual harus bersaing secara sehat, tidak boleh patah semangat, hidup sederhana, yakin bahwa Allah selalu membantu kita dalam komdisi apapun.
2. Business Role Player
Kegiatan ini mengajarkan kita langsung alur berbisnis dalam rentang waktu 6 bulan. Pertama, kami memilih beberapa contoh bisnis yang akan kami jalani, ada catering, salon, bimbel, pulsa dan elektronik, konveksi dan laundry. Saya dan beberapa teman memilih bisnis catering. Setiap orang dibekali modal 5 juta rupiah.
Setelah kami bekerjasama satu-sama lain membuka usaha catering bersama, kami harus melakukan manajemen keuangan dan bisnis yang baik, seperti penyimpanan uang di bank agar uang aman ketika terjadi gempa bumi, pembayaran asuransi, membeli stok, mencari peluang dan membuat jaringan dengan rekan bisnis lain. Kelompok bisnis catering kami tidak bangkrut, tapi tidak semua kelompok bisnis untung, ada beberapa juga yang mengalami kebangkrutan. Itulah bisnis, ketika mengalami kebangkrutan kita harus kembali bangkit. Hal yang terpenting adalah jaringan.
3. Outbond
Setiap individu di bagi perkelompok untuk menjadi sebuah tim untuk sharing dan evaluasi selama satu tahun. Kegiatan ini pun dilakukan bersama kelompok tersebut. Setiap kelompok wajib memiliki yel-yel, dan kami melakukan tantangan yang memiliki setiap makna dalam mengerjakannya. Seperti games yang mengahruskan kita berbaris dan berpegangan, lalu ada satu pemimpin yang mengomandokan kami, dan dua orang pengacau dari kelompok lain. Maksud game ini adalah agar kita harus tetap fokus, percaya pada pemimpin kita.
5. Makan
Suatu siang, kami makan dengan komando TNI. Kami diberi waktu 3 menit untuk menghabiskan, setelah itu dioper ke teman sebelah. Mau tidak mau kami harus memakannya.
Maksud makan disini yaitu kita wajib menghabiskan makanan bungkus yang sudah diberikan agar kita paham masih banyak orang diluar sana yang membutuhkan makanan, sedangkan kita malah membuang makanan.
6. Materi
Salah satu materi yang akan saya bahas disini adalah materi dari pak Wendy Abdillah. Beliau menjelaskan bagaimana target bisnis, tentang pacing, pemasaran, teknik persuasi,cara mengubah penolakan jadi pemasukan, cara chatting yang benar dan salah.
Ketika sudah memulai bisnis harus punya target penjualan. Produk tidak laku bisa jadi karena produk tidak berkualitas, pasarnya salah, dan cara menjualnya salah.
Salah satu teknik penjualan dengan pacing yaitu menyamakan posisi tubuh, intonasi/ritem, dan konten pembicaraan dengan orang lain.
Cara yang baik ketika berbicara dengan orang itu letter L, dia berada disebelah kiri. Kalau intonasi bicaranya rendah maka kita rendah pula., diusahakan kita juga bisa menyamakan konten pembicaraan dengan orang lain.
Kegiatan kemping ini memberikan kesan tersendiri bagi kami. Pembentukan ahlak dan karakter sangat ditekankan seperti sholat tahajud, membaca Al-Qur'an, dan sholat dhuha. Banyak hal menarik juga yang kami alami dalam program Umar Usman Camp. Umar Usman Jaya selalu!
1. Business challenge
Kegiatan dimana kami di antar ke sebuah tempat dengan menaiki angkot, dan disana kita diturunkan tanpa diperbolehkan membawa handphone, uang atau atm. Kami ditantang bagaimana caranya bisa menghasilkan uang tanpa dibekali apapun. Akhirnya cara yang kami lakukan adalah berjualan secara offline. Kami mengaplikasikan materi selama matrikulasi. Akhirnya kami bernegosiasi dengan para penjual untuk membantu jualan dan kami mengambil untung dari sana. Berjualan memang tidak gampang, namun tidak terlalu sulit juga, begitu kata pak Arif Abdullah. Kami harus belajar menerima penolakan berkali-kali.
Kami bisa mengambil untung dengan tekad, dan semangat. Adanya business challenge tersebut mebuat kami tahu bahwa sesama tim harus saling kerjasama, antar penjual harus bersaing secara sehat, tidak boleh patah semangat, hidup sederhana, yakin bahwa Allah selalu membantu kita dalam komdisi apapun.
2. Business Role Player
Kegiatan ini mengajarkan kita langsung alur berbisnis dalam rentang waktu 6 bulan. Pertama, kami memilih beberapa contoh bisnis yang akan kami jalani, ada catering, salon, bimbel, pulsa dan elektronik, konveksi dan laundry. Saya dan beberapa teman memilih bisnis catering. Setiap orang dibekali modal 5 juta rupiah.
Setelah kami bekerjasama satu-sama lain membuka usaha catering bersama, kami harus melakukan manajemen keuangan dan bisnis yang baik, seperti penyimpanan uang di bank agar uang aman ketika terjadi gempa bumi, pembayaran asuransi, membeli stok, mencari peluang dan membuat jaringan dengan rekan bisnis lain. Kelompok bisnis catering kami tidak bangkrut, tapi tidak semua kelompok bisnis untung, ada beberapa juga yang mengalami kebangkrutan. Itulah bisnis, ketika mengalami kebangkrutan kita harus kembali bangkit. Hal yang terpenting adalah jaringan.
3. Outbond
Setiap individu di bagi perkelompok untuk menjadi sebuah tim untuk sharing dan evaluasi selama satu tahun. Kegiatan ini pun dilakukan bersama kelompok tersebut. Setiap kelompok wajib memiliki yel-yel, dan kami melakukan tantangan yang memiliki setiap makna dalam mengerjakannya. Seperti games yang mengahruskan kita berbaris dan berpegangan, lalu ada satu pemimpin yang mengomandokan kami, dan dua orang pengacau dari kelompok lain. Maksud game ini adalah agar kita harus tetap fokus, percaya pada pemimpin kita.
5. Makan
Suatu siang, kami makan dengan komando TNI. Kami diberi waktu 3 menit untuk menghabiskan, setelah itu dioper ke teman sebelah. Mau tidak mau kami harus memakannya.
Maksud makan disini yaitu kita wajib menghabiskan makanan bungkus yang sudah diberikan agar kita paham masih banyak orang diluar sana yang membutuhkan makanan, sedangkan kita malah membuang makanan.
6. Materi
Salah satu materi yang akan saya bahas disini adalah materi dari pak Wendy Abdillah. Beliau menjelaskan bagaimana target bisnis, tentang pacing, pemasaran, teknik persuasi,cara mengubah penolakan jadi pemasukan, cara chatting yang benar dan salah.
Ketika sudah memulai bisnis harus punya target penjualan. Produk tidak laku bisa jadi karena produk tidak berkualitas, pasarnya salah, dan cara menjualnya salah.
Salah satu teknik penjualan dengan pacing yaitu menyamakan posisi tubuh, intonasi/ritem, dan konten pembicaraan dengan orang lain.
Cara yang baik ketika berbicara dengan orang itu letter L, dia berada disebelah kiri. Kalau intonasi bicaranya rendah maka kita rendah pula., diusahakan kita juga bisa menyamakan konten pembicaraan dengan orang lain.
Kegiatan kemping ini memberikan kesan tersendiri bagi kami. Pembentukan ahlak dan karakter sangat ditekankan seperti sholat tahajud, membaca Al-Qur'an, dan sholat dhuha. Banyak hal menarik juga yang kami alami dalam program Umar Usman Camp. Umar Usman Jaya selalu!

Komentar
Posting Komentar